BAB I KONSEP DASAR
BAB I
KONSEP DASAR
A. Konsep Dasar Sistem
1. Definisi Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani
(sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu entitas yang
berinteraksi.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling
berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak,
contoh umum misalnya seperti tubuh. Tubuh merupakan suatu kumpulan dari
beberapa elemen kesatuan lain seperti anggota badan yang saling berhubungan
sehingga membentuk suatu tubuh yang utuh dimana yang berperan sebagai
penggeraknya yaitu otot dan saraf yang berada di dalam tubuh tersebut.
2. Karakteristik Sistem
Sistem yang mempunyai komponen-komponen, batas sistem,
lingkungan sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah dan sasaran.
Bagian-bagian dalam karakteristik sistem adalah :
a. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri
dari sejumlah elemen yang saling berinteraksi yang berarti saling bekerja sama
membentuk satu kesatuan, elemen-elemen tersebut dapat dibagi dua, yaitu elemen sub sistem, dan supra sistem.
Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem,
misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras, perangkat
lunak dan manusia.
Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem.
Misalkan bila perangkat keras adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU,
perangkat I/O dan memori, maka supra sistem perangkat keras adalah sistem
komputer
b.
Batas Sistem
Batas sistem
merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya
atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang
sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari
sistem tersebut.
c.
Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan dari sistem
adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat
merugikan sistem tersebut.
d.
Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media
perantara antar sub sistem. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber
daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Output dari
satu sub sistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan melalui
penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan sub
sistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
e.
Masukan Sistem
Masukan adalah energi yang
dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa maintenance input dan signall
input. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem
tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang
diproses untuk didapatkan keluaran.
f.
Keluaran Sistem
Keluaran
adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang
berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem
yang lain atau kepada supra sistem.
g.
Pengolah Sistem
Suatu
sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai
pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem
produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain
menjadi keluaran berupa barang jadi.
h.
Tujuan Sistem
Suatu sistem pasti mempunyai
tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi
sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali
masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu
sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
3. Klasifikasi
Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan menjadi
beberapa jenis, yaitu :
a.
Sistem Abstrak X Sistem Fisik
- Sistem Abstrak (Abstract System) merupakan sistem yang berupa suatu
konsep atau gagasan, atau sistem yang berupa suatu ide-ide atau suatu pemikiran
yang bersifat non fisik yaitu tidak terlihat secara fisik. Contohnya seperti
Teologi yaitu suatu ilmu tentang ketuhanan atau suatu gagasan maupun suatu
pemikiran tentang hubungan antara manusia dengan Tuhannya.
- Sistem Fisik (Physical System) merupakan sistem yang terlihat secara
fisik contohnya seperti sistem akuntansi, sistem transportasi, sistem komputer,
sistem produksi, dan lain-.lainnya
b.
Sistem Alamiah X Sistem Buatan Manusia
- Sistem Alamiah (Natural System) merupakan sistem yang terjadi karena
proses-proses alam tanpa adanya campur tangan manusia. Contohnya seperti rotasi
perputaran bumi, sistem rantai makanan, dan lain sebagainya.
- Sistem Buatan (Human Made System) merupakan sistem yang dirancang
oleh manusia atau merupakan sistem yang proses terjadinya melibatkan campur
tangan manusia. Sistem ini juga melibatkan mesin, sehingga sering kali disebut Human Machine System. Contohnya Sistem komputer.
c.
Sistem Deterministik X Sistem
Probabilistik
- Sistem Deterministik (Deterministic System) merupakan suatu sistem yang
bergerak atau beroperasi dengan cara yang dapat diperkirakan secara tepat, dan
dapat mengetahui interaksi yang terjadi pada setiap bagian-bagiannya. Contohnya
yaitu sistem komputer.
- Sistem Probabilistik (Probabilistic System) merupakan suatu sistem yang
tidak dapat memperkirakan hasil akhirnya atau kondisi masa depannya secara
tepat karena memiliki unsur probabilitas (kemungkinan atau tidak tentu).
Contohnya seperti sistem persediaan barang, sistem pemilihan presiden, sistem
skor pertandingan sepak bola, dan lain sebagainya.
d.
Sistem Tertutup X Sistem Terbuka
- Sistem terbuka (Open System) merupakan sistem yang berhubungan dan
mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar untuk mendapatkan inputan dan
melakukan proses sehingga menghasilkan keluaran. Karena sistem ini merupakan
sistem yang mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar atau merupakan sistem
yang terbuka, maka sistem ini harus memiliki pengendalian yang baik, sehingga
secara relatif tertutup, karena sistem yang tertutup akan secara otomatis akan
terbuka untuk pengaruh yang positif saja. Contohnya sistem keorganisasian.
- Sistem tertutup (Close System), yaitu sistem yang tidak behubungan dan
tidak mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar, sehingga sistem ini tidak
melakukan pertukaran materi, energi, ataupun informasi, dan secara otomatis
akan bekerja tanpa adanya campur tangan dari lingkungan luar. Contohnya reaksi
kimia dalam sebuah tabung.
B.
Konsep Dasar
Informasi
1.
Definisi Data & Informasi
Data merupakan sebuah fakta
mentah atau rincian peristiwa yang belum diolah, dan terkadang tidak dapat
diterima oleh akal pikiran dari penerima data tersebut, maka itu data harus
diolah terlebih dahulu menjadi informasi untuk dapat di terima oleh penerima.
Informasi merupakan hasil
dari pengolahan data yang sudah dapat diterima oleh akal pikiran penerima
informasi yang nantinya bisa digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi
sendiri dapat berupa hasil gabungan, hasil analisa, hasil penyimpulan, dan juga
bisa suatu hasil pengolahan sistem informasi komputerisasi.
2.
Penggunaan Data dan Informasi
a. Sebagai komponen utama atau penting dalam sistem
informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi
b. Menentukan kualitas informasi yaitu cepat,
akurat, dan relevan, sehingga informasi yang disajikan tidak basi. Informasi
dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan
biaya mendapatkanya.
c. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data)
d. Menghindari terjadinya inkonsistensi data
e. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data
f. Menyusun format yang standar dari sebuah
data.
g. Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple
user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
h. Melakukan perlindungan dan pengamanan data.
Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi
otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
i. Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan
(view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara
pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang
berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.
3.
Siklus Informasi
Bagan Siklus Informasi
Siklus informasi menurut John Burch adalah gambaran
secara umum mengenai proses terhadap data sehingga menjadi informasi yang
bermanfaat bagi pengguna. Informasi yang menghasilkan informasi berikutnya.
Demikian seterusnya proses pengolahan data menjadi informasi.
Data merupakan bentuk mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga
perlu diolah lebih lanjut. Data ditangkap sebagai input, diproses melalui
suatu model membentuk output berupa informasi. Pemakai kemudian menerima
informasi tersebut sebagai landasan untuk membuat suatu keputusan dan melakukan
tindakan operasional yang akan membuat sejumlah data baru. Data baru tersebut
selanjutnya menjadi input pada
proses berikutnya, begitu seterusnya sehingga membentuk suatu siklus informasi/Information Cycle.
4.
Mutu Informasi
a.
Kualitas Informasi
Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal
pokok, yaitu akurasi (accuracy), tepat waktu (timeliness), dan relevansi
(relevancy)
1) Akurasi
Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga
penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau
merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi
tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus
jelas mencerminkan maksudnya.
Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi
(data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah
data-data asli tersebut.
2) Tepat Waktu
Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya
tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai
nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan
keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi
perusahaan.
3) Relevan
Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini
berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya,
informasi mengenai kerusakan infrastruktur laboratorium biologi ditujukan
kepada kepala sekolah. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada
penanggung jawab laboratorium atau guru mata pelajaran biologi
b. .Nilai
Informasi
Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi ditentukan dari dua hal
pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya
informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi belum tentu memiliki manfaat
yang tinggi pula.
C. Konsep
Dasar Sistem Informasi
1.
Definisi Sistem Informasi
Sistem informasi adalah kumpulan informasi di dalam sebuah basis data
menggunakan model dan media teknologi informasi digunakan di dalam pengambilan
keputusan bisnis sebuah organisasi. Di dalam suatu organisasi, informasi
merupakan sesuatu yang penting di dalam mendukung proses pengambilan keputusan
oleh pihak manajemen. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat
lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data.
2.
Peran Sistem Informasi bagi Manajemen
a. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi
perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan
dapat menjalankan strategi keunggulan biaya low-cost leadership.
b. Memperkenalkan Inovasi Dalam Bisnis
Penggunaan ATM. automated teller machine dalam perbankan merupakan
contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM,
bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka
yang berlangsung beberapa tahun.
Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya
pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan
konsumen atau pemasoknya.
c. Membangun Sumber-Sumber Informasi
Strategis
Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber
informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis.
Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan
jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end
users.
Yang termasuk ke dalam kegiatan manajemen
adalah:
1.
Perencanaan
strategis
a.
Proses
evaluasi lingkungan luar organisasi : harus mampu bereaksi terhadap
kesempatan-kesempatan dari lingkungan luar dan tanggap terhadap tekanan-tekanan
dari lingkungan luar.
b.
Penetapan
tujuan
Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan ditetapkan
oleh manajemen tingkat atas di dalam proses perencanaan strategis yang bersifat
jangka panjang.
c.
Penentuan
strategis
Menentukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh organisasi dengan maksud untuk mencapai
tujuan-tujuannya.
2.
Pengendalian
manajemen
Yaitu proses untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan
strategi yang sudah ditetapkan dengan
efektif dan efisien.
3.
Pengendalian
operasi
Yaitu proses untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah
dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Komentar
Posting Komentar